Iwan Fals: The Greatest Legend

iwanfals-vignette

Menyaksikan tayang ulang Konser Kemerdekaan Iwan Fals di TV One, 18 Agustus 2009, hati saya kembali bergetar. Seperti biasa, setiap kali melihat aksi Asian Hero itu, saya selalu mengalami ‘ecstasy’. Selalu ada pencerahan (enlightment) dalam memandang sudut-sudut kehidupan; antara konsep idealitas dan realitas. Kita diajak berkontemplasi terhadap kenyataan hidup.

Konser dengan tajuk “Introspeksi: Hidup Bersama Harus Dijaga” tersebut kembali membuktikan bahwa eksistensi Bang Iwan belum bisa tergeserkan oleh para seniman-seniman lain di nusantara ini. Bagi saya, dialah the greatest legend, menjadi inspirator bagi segala generasi dalam memperjuangkan kejujuran, kesederhanaan, cinta, dan tentu saja nasionalisme.iwanfals-recently

Bagi saya pribadi, Bang Iwan merupakan salah satu tokoh yang ikut memberikan warna terhadap proses perjalanan hidup saya. Belasan tahun silam, saat masih SMP dan SMA, saya masih bisa mendapatkan icon-icon tokoh yang bisa menjadikan inspirasi dalam menghadapi laju peradaban zaman. Di saat situasi mandeg, politik status quo, dan kemapanan yang mengebiri kratifitas, untunglah masih ada segelintir orang yang jadi pionir untuk melakukan perlawanan kultural. Saya bersyukur, di masa muda saya, sempat bersentuhan dengan ide-ide pembaharu. Dalam dunia musik, ada Bang Iwan. Untuk sastra budaya, ada WS Rendra dan Cak Nun. Sedangkan untuk dunia adventure, ada sosok Gola Gong dengan kisah Balada Si Roy-nya.

Iwan Fals, adalah sebuah fenomena Indonesia. Ini realitas. Ia adalah produk zaman—yang sampai saat inipun masih up to date dan eksis. Rasanya sulit menemukan tokoh sekaliber Iwan di generasi setelah kita. Tapi, tentu saja ini naïf. Bagaimanapun juga kita musti ingat bahwa setiap zaman melahirkan generasi tersendiri. Sejarah mencatat, pada zaman kemerdekaan, lahirlah tokoh-tokoh besar semacam Soekarno, Hatta, Sjahririwanfals-inconcert, Chairil Anwar dan tokoh-tokoh lain yang menjadi icon pembaharu.

Tapi, kita juga tak bisa memungkiri kenyataan bahwa Bang Iwan punya dimensi tersendiri. Perjalanannya bukanlah instant, tapi proses. Muncul di era 80-an, popular di era 90-an, dan jadi legenda hidup di tahun 2000-an ini. Sebuah perjuangan yang panjang, hasil dari kolaborasi kerja keras, konsistensi, dan tempaan alam. Proses pergumulan inilah yang kemudian menobatkan dirinya sebagai soiwanfals-n'familysok pujaan dengan jutaan fans fanatik seantero nusantara. Di setiap sudut-sudut kota, di setiap pojok-pojok wilayah Indonesia sampai ke desa-desa, akan selalu ada penggemar Iwan Fals. Ia sudah menjadi milik publik, tak perduli orang gedongan ataukah kolong jembatan, tak perduli orang borju ataukah kere.

Ketika kondisi penuh dengan formalitas dan basa-basi, Iwan Fals menyentilnya dengan lirik-lirik potret kenyataan hidup. Kita diajak bukan sekadar untuk mendengarkan lagu tapi juga merenung. Hidup ternyata, bukan hitam-putih. Betapa banyak yang kasat mata tapi sebenarnya ada. Betapa banyak hal normatif yang sekilas kelihatan bagus, ternyata busuk. Kemunafikan dan kepura-puraan berseliweran di depan hidung kita. Setiap hari kita menjumpai orang-orang dengan mental “juraganisme” yang dibungkus dengan kata-kata “harus sesuai prosedur” dan berlindung dibalik kebohongan birokrasi.

Hidup memang kompleks.

Beragam kisah akan selalu ada mewarnai hari-hari kita.

Dan, iwanfals-inactionIwan Fals sanggup memotretnya dengan kejujuran, apa-adanya, serta tak menggurui. Kita diajaknya untuk melihat, merenung dan menyadari. Inilah ‘proses’; sebuah dialektika untuk ke arah ‘menjadi’. Bahwa, manusia dengan segala kompleksitasnya adalah proses pergulatan dan kontinuitas pencarian.

Iwan Fals, adalah sebuah proses hidup. Jika kita menelusuri kembali jejak perjalanannya, kita akan mendapati—merujuk pada konsep Nietsche—pentahapan menjadi seorang Iwan Fals sekarang.

Di awal-awal karirnya, lagu-lagu Iwan sebagian besar adalah ekspresi pendobrakan. Lantang. Lugas. To the point. Pada masa tersebut, lagu-lagunya bisa langsung dicerna. Mudah diketahui siapa yang jadi sasaran tembak. Meski demikian, bukan berarti syair lagunya ‘ringan’. Satu hal yang patut dicatat ialah, Iwan membawa ‘genre’ baru dalam bermusik yang tidak harus selamanya sesuai pakem tertentu. Dalam konteks ini, Iwan menjebol bendungan keiwan & gusmusmonotonismean dengan pionirisasi warna lain. Sebuah ekspresi kreativitas dalam berkarya.

Pada fase berikutnya, Iwan kemudian banyak berkomunikasi dengan komunitas-komunitas lain, bukan hanya dengan dunia musik. Iwan banyak berhubungan dengan tokoh-tokoh politik, agama, dan tentu saja seni budaya. Ini memberi pengaruh besar pada pemikiran Iwan. Ada dialog dan pergumulan batiniah dalam memandang konsep manusia dan kehidupan. Ada heterogenitas berdasarkan sudut pandang lain. Ada kompleksitas ide. Tentu saja ini berpengaruh terhadap lagu-lagu Iwan; lirik-liriknya jadi intens, tidak menonjolkan emosionalitas melainkan cenderung membawa ke arah kontemplasi. Bukan hanya pemberontakan, tapi juga penyadaran.

Hingga pada saat sekarang, kita bisa melihat bagaimana matangnya seorang Iwan. Ada kesatuan integral antara vocal, musik dan lirik lagu. Karya-karya Iwan lebih berisi, arif dan menyentuh kedalaman kalbu.  Ada ciri khas seorang Iwan Fals – yang tak dimiliki oleh seniman lain. Faktor inilah yang menjadikan dia seorang legenda.

iwan fals-in-tvs-advertYa, bagi saya, Iwan adalah the greatest legend yang dimiliki bangsa ini, khususnya di bidang musik. Saya tidak tahu, bagaimana nanti anak cucu saya; apakah masih bisa mendapatkan lagi legenda sekaliber Iwan Fals.

Wallahu’alam.

 

 

 

Thanks for visiting www.haarrr.wordpress.com

education for all; education for a better life

 

Advertisements

2 responses to “Iwan Fals: The Greatest Legend

  1. *DAMAI KAMI SEPANJANG HARI*

    LANTANGKAN SUARAMU JANGAN HANYA DIAM !!!

    [Oi.. BERSATULAH]

  2. Sukses buat bang Iwan…forever and ever

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s