Latar Belakang dan Kronologi Penghentian Implementasi Kurikulum 2013

Logo Kurikulum 2013Penghentian pelaksanaan Kurikulum 2013 berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Anies Baswedan tertanggal 5 Desember 2014 dan Permendikbud No. 160 Tahun 2014, terus menjadi perdebatan. Gebrakan Mendikbud yang dilantik Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 Oktober 2014 tersebut banyak mendapatkan apresiasi dari kalangan pendidik dan pemerhati masalah pendidikan. Setelah satu tahun menjadi polemik, akhirnya Mendikbud memutuskan menghentikan implementasi K 13, dan hanya melaksanakan secara terbatas pada sekolah-sekolah tertentu yang memenuhi standar pelaksanaan Kurikulum 2013.
Jika dicermati, sebagian besar guru menyetujui keputusan tersebut karena pada dasarnya masih banyak aspek yang harus diperbaiki dalam Kurikulum 2013. Sedangkan yang kontra, menilai keputusan tersebut tergesa-gesa dan merupakan langkah mundur. Pro dan kontra adalah hal yang wajar, yang penting berpijak pada alasan perbaikan pendidikan. Namun, menjadi tidak wajar jika ternyata alasan ketidaksetujuan terhadap penghentian K 13 ialah karena “uang”, seperti disinyalir ada beberapa daerah dan kepala dinas tetap memaksakan pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan alasan khawatir dana yang sudah dianggarkan dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak jadi atau batal cair.

Berikut ini latar belakang dan kronologi penghentian pelaksanaan Kurikulum 2013 (sumber: kemendikbud):

KRONOLOGI KURIKULUM 2013

Januari 2013: (Era Mendikbud Muh. Nuh) Pembentukan tim penyusun Kurikulum 2013 berdasar Surat Keputusan Mendikbud No. 015/P/2013.

April 2013: Inspektur Jenderal Kemdikbud berkirim surat kepada Mendikbud memperingatkan bahwa apabila persiapan belum diyakini maka pelaksanaan kurikulum baru perlu ditunda mengingat waktu yang semakin sempit.

Juli 2013: Penerapan Kurikulum 2013 di 6.221 sekolah sasaran. Persiapan guru inti dan sasaran dengan menerapkan pelatihan berjenjang selama lima hari dan bersamaan dengan waktu dimulainya Tahun Pelajaran 2013/2014. Buku Kurikulum 2013 belum siap, kecuali tiga buku yang sudah selesai ditulis untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Sejarah.

September 2013: Survei persepsi terhadap kepala sekolah, guru, orangtua dan siswa di sekolah sasaran, dua bulan sesudah Kurikulum 2013 diterapkan. Tidak ada lagi survei/evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013 sampai akhir Tahun Pelajaran 2013/2014 selesai.

Juli 2014: Penerapan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah.

Agustus 2014: Buku semester 1 belum terdistribusi di lebih dari 60.000 sekolah.

Oktober 2014: Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 159 Tahun 2014 untuk mengevaluasi Kurikulum 2013 secara menyeluruh baru dikeluarkan pada tanggal 14 Oktober 2014, sesudah penerapan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah dilakukan.

27 OKTOBER 2014: Pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dari Muh. Nuh ke Anies Baswedan.

November 2014: Per tanggal 25 November 2014, buku semester 1 Kurikulum 2013 belum diterima di 19% kabupaten/kota untuk tingkat SD, 32% kabupaten/kota untuk tingkat SMP, dan 22% kabupaten/kota untuk tingkat SMA dan SMK.

INDIKASI PERMASALAHAN KURIKULUM 2013

  • Tidak ada kajian terhadap penerapan Kurikulum 2006 yang berujung pada kesimpulan urgensi perpindahan kepada Kurikulum 2013.
  • Tidak ada evaluasi menyeluruh terhadap uji coba penerapan Kurikulum 2013 setelah setahun penerapan di sekolah-sekolah yang ditunjuk.
  • Kurikulum sudah diterapkan di seluruh sekolah di bulan Juli 2014, sementara instruksi untuk melakukan evaluasi baru dibuat 14 Oktober 2014, yaitu 6 hari sebelum pelantikan presiden baru. (Peraturan Menteri no 159)

Pada Pasal 2 ayat 2 dalam Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 itu menyebutkan bahwa Evaluasi Kurikulum untuk mendapatkan informasi mengenai:

  1. Kesesuaian antara Ide Kurikulum dan Desain Kurikulum;
  2. Kesesuaian antara Desain Kurikulum dan Dokumen Kurikulum;
  3. Kesesuaian antara Dokumen Kurikulum dan Implementasi Kurikulum; dan
  4. Kesesuaian antara Ide Kurikulum, Hasil Kurikulum, dan Dampak Kurikulum.

Kurikulum 2013 diterapkan di seluruh sekolah sebelum dievaluasi kesesuaian antara ide, desain, dokumen hingga dampak kurikulum.

  • Penyeragaman tema di seluruh kelas, sampai metode, isi pembelajaran dan buku yang bersifat wajib sehingga terindikasi bertentangan dengan UU Sisdiknas.
  • Penyusunan konten Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang tidak seksama sehingga menyebabkan ketidakselarasan.
  • Kompetensi Spiritual dan Sikap terlalu dipaksakan sehingga menganggu substansi keilmuan dan menimbulkan kebingungan dan beban administratif berlebihan bagi para guru.
  • Metode penilaian sangat kompleks dan menyita waktu sehingga membingungkan guru dan mengalihkan fokus dari memberi perhatian sepenuhnya pada siswa.
  • Ketidaksiapan guru menerapkan metode pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang menyebabkan beban juga tertumpuk pada siswa sehingga menghabiskan waktu siswa di sekolah dan di luar sekolah.
  • Ketergesa-gesaan penerapan menyebabkan ketidaksiapan penulisan, pencetakan dan peredaran buku sehingga menyebabkan berbagai permasalahan di ribuan sekolah akibat keterlambatan atau ketiadaan buku.
  • Berganti-gantinya regulasi kementerian akibat revisi yang berulang.

Selengkapnya, silahkan klik di sini»…

Advertisements

5 responses to “Latar Belakang dan Kronologi Penghentian Implementasi Kurikulum 2013

  1. You re a great teacher

  2. anak-anak penerus bangsa jadi korbannya akan pemerintahan sekarang saat ini yg semaunya buat aturan tanpa memikirkan orang lain,,

  3. makasih om..ntar ane masukkan ke list blog sobat juga

  4. kasihan anak bangsa ini kebinungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s