Tag Archives: Penelitian

Materi Bahasa Inggris: Narrative Texts

READING, GENRE: NARRATIVE TEXT

Materi, Soal dan Pembahasan Bahasa Inggris Ujian Nasional SMP

Narrative Text, adalah teks yang isinya merupakan cerita atau kisah tentang sesuatu. Contoh narrative text: cerita rakyat (folktale), cerita binatang (fable), Legenda (legend), cerita pendek (short story), dan sejenisnya. Di dalamnya terdapat konflik/puncak masalah yang diikuti dengan penyelesaian. Fungsi utama teks ini adalah untuk berkisah atau menghibur pembaca.

Ciri-ciri narrative text:

1. Generic Structure:

  • Orientation: berisi pengenalan tokoh, tempat dan waktu terjadinya cerita (siapa atau apa, kapan dan dimana)
  • Complication: Berisi puncak konflik/masalah dalam cerita. Sebuah cerita boleh memiliki complication lebih dari satu.
  • Resolution: Pemecahan masalah. Bisa berakhir dengan kegembiraan (happy ending) bisa pula berakhir dengan kesedihan (sad ending).

Catatan:

Terkadang juga susunannya (generic structure): Orientation, Complication, Evaluation, Resolution dan Reorientation. Untuk “Evaluation” dan “Reorientation” merupakan optional; bisa ada bisa tidak. Evaluation berisi penilaian/evaluasi terhadap jalannya cerita atau konflik. Sedangkan Reorientation berisi penyimpulan isi akhir cerita.

2. Grammatical features menggunakan tenses “past”
3. Sering menggunakan kata penghubung waktu (temporal conjunction), misalnya: once upon a time, one day, long time ago, …

Contoh Narrative Text:

Ali Baba

Once upon a time there were 40 cruel thieves who put their stolen money and treasures in a cave. They went in the cave by saying ”Open Sesame” to the cave entrance. A poor person, named Ali Baba saw them while they were doing that, so he heard the opening word. After they left, he went toward the cave and opened it. Suddenly he found a very large quantity of money and golden treasures. He took some of it and went back home. After that he became a rich man and his brother wanted to know how he became rich.

Ali Baba turned into the richest man in his village. His evil brother was really jealous of him, and wanted to know how he could get such a lot of money. Therefore, when Ali Baba went to the cave again to take some more money, his brother followed him. He saw everything, and decided to go back the next day to take some money for himself. The next morning he found a lot of money in the cave, and he wanted to take all of them. Unfortunately, when he was busy carrying the money to his house, the thieves came. The boss of the thieves asked him how he knew about the cave. He told everything, but unluckily they killed him and went to Ali Baba’s house.

After finding Ali Baba’s house, they made a plan to kill him the following night. Some of the thieves hid in big jars, and the boss pretended that he was a merchant who wanted to sell the jars to Ali Baba. Ali Baba who was a kind man invited the boss of the thief to have lunch together.

After lunch they took a rest. Luckily, the house maid went out of the house, and found that there were thieves inside the jars. She finally boiled hot oil and poured it into the jars to kill all of them. The boss of the thieves was caught, and put into prison.

Ali Baba was saved from the danger, and he finally lived happily ever after with his maid who became his wife shortly after.

Contoh dan Pembahasan Soal Narrative Text:

(Soal UN SMP 2009 Bahasa Inggris C2-P12/P16)

Selengkapnya, silahkan download di sini>>>…

***

Advertisements

Materi Bahasa Inggris: Descriptive Texts

READING, GENRE: DESCRIPTIVE TEXT

Materi, Soal dan Pembahasan Bahasa Inggris Ujian Nasional SMP

Descriptive Text, Teks Deskriptif, adalah teks yang mendiskripsikan, menggambarkan, atau menguraikan tentang sesuatu, misalnya benda, orang ataupun tempat tertentu. Uraian teks ini biasanya meliputi karakteristik, jenis, bentuk, fungsi dan hal-hal terperinci tentang “sesuatu” tersebut.

Ciri-ciri Descriptive Text:

1. Struktur umumnya (generic structure) terdiri dari:

  • Identification: Bagian (kalimat) yang memperkenalkan (introducing) sesuatu.
  • Description: Bagian  yang berisi uraian atau gambaran tentang sesuatu tersebut, misalnya tentang jenis dan bentuknya.

2. Grammatical Features umumnya  tenses “simple present”
3. Isi teks fokus pada pembahasan terperinci mengenai sesuatu atau benda yang dimaksud.

Contoh Descriptive Text:

THE WHITE HOUSE

One of the most famous buildings in Washington D.C. is the White House. It is the home of the president of the United States.

The White House is a very large white building. It has three main parts, namely the main building and two wings (west and east wings). The main building has large central porches. The porches have tall columns. Large lawns and gardens surround the White House.

Generic Structure teks di atas sebagai berikut:

Identification: One of the most famous buildings in Washington D.C. is the White House.

Description: It is the home of the president of the United States. The White House is a very large white building. It has three main parts, namely the main building and two wings (west and east wings). The main building has large central porches. The porches have tall columns. Large lawns and gardens surround the White House.

*

Contoh dan Pembahasan Soal Descriptive Text:

(Soal UN SMP 2009 Bahasa Inggris C2-P12/P16)

Selengkapnya, silahkan download di sini>>>…

***

CTL: An Approach on the Method of Teaching and Learning

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL): Sebuah Pendekatan terhadap Metode Pengajaran dan Pembelajaran (An Approach on the  Method of Teaching and Learning)

LATAR BELAKANG MAKRO: Kondisi pendidikan secara makro di Indonesia masih memprihatinkan, baik dalam scope internasional maupun nasional.

LATAR BELAKANG MIKRO: Kondisi pembelajaran di sekolah dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi ajar. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Banyak siswa mampu menyajikan tingkat hapalan yang baik terhadap materi ajar yang diterimanya, tetapi kenyataannya mereka tidak memahami materi ajar tersebut.
  • Sebagian besar dari siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan kenyataan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan/dimanfaatkan.
  • Siswa mendapatkan kesulitan untuk memahami konsep akademik sebagaimana mereka biasa diajarkan yaitu dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dan metode ceramah.

Padahal siswa sangat butuh untuk dapat memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat pada umumnya dimana mereka akan hidup dan bekerja.

PERMASALAHAN

  • Bagaimana menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai konsep yang diajarkan di dalam mata pelajaran tertentu, sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingat konsep tersebut lebih lama?
  • Bagaimana setiap individual mata pelajaran dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan dan membentuk satu pemahaman yang utuh?
  • Bagaimana seorang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswanya yang selalu bertanya-tanya tentang alasan dari sesuatu, arti dari sesuatu, dan hubungan dari apa yang mereka pelajari?
  • Bagaimana guru dapat membuka wawasan berpikir yang beragam dari siswa, sehingga mereka dapat mempelajari berbagai konsep dan mampu mengkait-kannya dengan kehidupan nyata, sehingga dapat membuka berbagai pintu kesempatan selama hidupnya?

TEORI YANG MELANDASI CTL

  • Knowledge-Based Constructivism; menekankan kepada pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar.
  • Effort-Based Learning/Incremental Theory of Intellegence; Bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar akan memotivasi seseorang untuk terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan komitmen untuk belajar.
  • Socialization; yang menekankan bahwa belajar merupakan proses sosial yang menentukan tujuan belajar, oleh karenanya, faktor sosial dan budaya perlu diperhatikan selama perencanaan pengajaran.
  • Situated Learning; pengetahuan dan pembelajaran harus dikondisikan dalam fisik tertentu dan konteks sosial (masyarakat, rumah, dsb) dalam mencapai tujuan belajar.

KOMPONEN UTAMA CTL (7 PILAR)

  • konstruktivisme (constructivism)
  • bertanya (questioning)
  • menemukan (inquiry)
  • masyarakat belajar (learning community)
  • permodelan (modeling)
  • refleksi (reflection)
  • authentic (assessment)

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Proses pembelajaran yang holistik, bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan sehari-hari (pribadi, sosial dan kultural) sehingga siswa me-miliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari satu konteks ke konteks lainnya.

IMPLEMENTASI CTL

Sesuai dengan faktor kebutuhan individual siswa, maka untuk dapat mengimplementasikan pembelajaran dan pengajaran kontekstual, guru harus;

  • Merencanakan pembelajaran sesuai dengan perkembangan mental (developmentally appropriate) siswa.
  • Membentuk group belajar yang saling tergantung (interdependent learning groups).
  • Mempertimbangan keragaman siswa (diversity of students).
  • Menggunakan teknik bertanya (questioning) yang meningkatkan pembelajaran siswa, perkembangan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
  • Mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna jika ia diberi kesempatan untuk bekerja, menemukan, dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru (constructivism).
  • Memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar siswa memper-oleh pengetahuan dan keterampilan melalui pene-muannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta).
  • Mengembangkan sifat ingin tahu siswa melalui pengajuan pertanyaan (questioning).
  • Menciptakan masyarakat belajar (learning community) dengan membangun kerjasama antar siswa.
  • Memodelkan (modeling) sesuatu agar siswa dapat menirunya untuk memperoleh pengetahuan dan ke-terampilan baru.
  • Mengarahkan siswa untuk merefleksikan (reflection) tentang apa yang sudah dipelajari.
  • Menerapkan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment).

Selengkapnya, download (file: power point – ppt), klik di sini>>>…

***

Rumput Teki (Cyperus Rotundus) Sebagai Alternatif Penyembuhan Sariawan

Naskah Lomba Karya Ilmiah Remaja IPA, Peserta Utusan dari SMP Negeri 1 Tikung. Lomba KIR Tingkat SMP se-Kabupaten Lamongan 2009.

Naskah disusun dan dipresentasikan oleh: Khaninatuz Zahro, Ahmad Wasiul Fikri dan Fatchul Lisa Umami

Judul: Air Rebusan Rumput Teki (Cyperus Rotundus) Sebagai Alternatif Penyembuhan Sariawan

Ringkasan:

Latar Belakang

Hampir semua tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai obat. Salah satunya rumput Teki (Cyperus Rotundus). Tanaman ini biasanya tumbuh secara liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung dari sinar matahari seperti di tanah kosong, tegalan, lapangan rumput, pinggir jalan atau lahan pertanian dan tumbuh sebagai gulma.

Meskipun sebagai gulma, rumput teki (Cyperus Rotundus) ternyata menyimpan berbagai manfaat pengobatan yaitu untuk menstabilkan siklus hormonal, obat sakit perut, obat untuk memperlancar kencing, obat cacingan, sebagai air pencuci anti keringat, obat sakit gigi, untuk obat borok, radang kuku, nyeri lambung, busung, kencing batu, sakit dada, sakit iga, luka terpukul, bisul, mual, muntah, dan lain – lainya.

Dengan demikian penulis berkeinginan menggali yang lain yaitu rumput teki  untuk mengobati sariawan.

Sariawan identik dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin C itu mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek yang akhirnya  menyebabkan sariawan atau alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai dan nanas), gangguan hormonal (seperti sebelum dan sesudah menstruasi), kondisi stress.

Hal tersebut sering terjadi pada kita umumnya di usia remaja. Kondisi stress contohnya memikirkan pelajaran dan banyak ulangan, belum lagi menghafalkan sesuatu sehingga mendorong kita stress.

Dengan alasan tersebut kami selaku penulis mencoba meneliti rumput teki yang berjudul “Air Rebusan Rumput Teki (Cyperus Rotundus) sebagai alternative penyembuhan sariawan.”

Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, permasalahan yang kami kemukakan adalah :

  1. Adakah pengaruh pemberian air rebusan rumput teki (Cyperus Rotundus) terhadap penyembuhan sariawan ?
  2. Adakah pengaruh pemberian air rebusan rumput teki (Cyperus Rotundus) dengan konsentrasi yang berbeda terhadap lamanya proses penyembuhan sariawan.

Batasan Masalah

Kami membatasi penelitian ini pada :

  1. Rumput yang digunakan rumput teki (Cyperus Rotundus) dalam keadaan segar mulai daun sampai umbi.
  2. Berat rumputnya 10 gram, 20 gram, 30 gram.
  3. Kami tidak meneliti tentang kandungan rumput teki.
  4. Sampel adalah siswa siswi SMP Negeri 1 Tikung dengan usia 13 – 15 tahun.
  5. Air yang digunakan untuk merebus rumput teki adalah 600 cc dan pemberian air rebusan 2 kali sehari setiap sampelnya.
  6. Waktu yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan paling lama 10 hari.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh pemberian air rebusan rumput teki terhadap proses penyembuhan sariawan.

Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini kita dapat memberikan informasi tentang manfaat rumput teki sebagai penyembuhan sariawan kepada masyarakat sekitar dan demi kemajuan di dunia penelitian.

Download selengkapnya (pdf.), Naskah Lomba KIR: Air Rebusan Rumput Teki (Cyperus Rotundus) Sebagai Alternatif Penyembuhan Sariawan… Klik di sini>>>

***

Genre: An Approach on the Teaching of English

images english bookThe word ‘genre’ comes from The French (originally Latin) word for kind or class. The term genre was first introduced in the area of English as specific purpose (ESP) in 1981, in an ESP journal article by Elaine Tarone and her colleagues on the language of scientific reports (Paltridge, 2001, p.2). In addition, Mahwah (2002) explains that genre as a mean for analyzing text has become a means for better pragmatic and linguistic understanding of texts It also supplies possible pedagogical applications. It devoted to genre pedagogy adds to pedagogical thinking because it stretches notions of what can be done in the reading and writing classroom. Further explanation from Chaldler ( 2005) that term genre is widely used in rhetoric, literary theory, media theory, and more recently linguistics, to refer a distinctive type of the texts.

From the description above a conclusion that can be drawn is that genre has the strong relation with the text. What is text? Texts are made of words. Words are around us. When words are used to make meaning the text is created (Rajan, 2003: v). So the text that we use in this research refers to Encyclopedia Britanica (2008) which says that text is a unit of connected speech or writing , especially composed of more than one sentence, that form a cohesive form.

There are thousands of texts around us. The text can be classified into genre through three characteristics, they are purpose of communication, organization structure and language features. The purpose of communication or social function is the reasons why we speak or write or create the text. Organization structure of the text or generic structure is the text organization or text arrangement. Language features or lexical grammar that is such things as the grammar, vocabulary and connectors that we use.

Further information from Lin (2006) says that genre refer to more specific classes of texts, such as newspaper reports or recipes. Furthermore Partridge (2001) genre describe types of activities such as personal letter, advertisement students essay and the term of text type represent group of text which are similar in linguistic form such as Procedure, anecdote, description. However, the term of genre in this proposal is means type of the text. This term has been widely used in the recent English curriculum in Indonesia. The definition of Genre or type of the text in this proposal refers to definition given by Martin, cited in Partridge (2001, p. 11) that is a staged, goal oriented, purposeful activity in which speakers engage as members of a culture.

There are twelve genres or types of the texts should be taught at Senior High School, they are recount, report, discussion, explanation, Exposition analytical, exposition hortatory, news item, anecdote, narrative, procedure, description and review (depdiknas, 2005)

One widely accepted classroom application of teaching English using the genre-based approach is the “teaching and learning cycle” or also referred to as “the curriculum cycle”. This cycle consists of four main stages; they are building knowledge of field, modeling of text, join construction of text and independent construction of text. It aims to provide support for learners as they go through each stage of the cycle. The following elaboration of the teaching and learning cycle is adapted from Paltridge (2001).

1. Building Knowledge of the Field (BKoF)

This stage is the preparation stage. So, the first activity is to prepare student to get into the new topic of the text. Suppose that the focus genre is narrative, students should identify the topic of the text, whether the text is about Lancang Kuning or Malin Kundang. The next step is to give students the experience about the content of the text. The activities can be in form of questions and answers about the narrative texts which have been read by students. Because this is the preparation stage, teachers should enlarge the students vocabulary as well as to make students interested in reading the text.

2. Modeling of Text (MoT)

In this stage teachers give example of the text. For spoken cycle this stage is used to develop listening, so the activities are listening comprehension. In written cycle the activities are reading comprehension. Procedural knowledge or text organization is introduced in this stage.

3. Joint Construction of the Text (JCoT)

Self confidence is very important in developing language skills, so in this stage the teachers build students self confidence in productive skills either speaking or writing. For this purpose, the teachers give opportunity to students to cooperate in pair or in group. So that they can o learn from others. The example activities for spoken cycle are role play, games, interview, discussion and debate. For written cycle can be collaborative writing (Brain storming, organizing idea, drafting, revising, editing)

4. Independent Construction of the Text (ICoT)

At the end of the process of teaching and learning the individual achievement should be measured. So one of the purpose of this stage is to know haw far the students master the lesson individually and students must have the responsibility for their own learning. The teachers also have to try to encourage students’ creativity in this stage, because in this stage for spoken cycle each student should have monologue in focused genre and in the written cycle students should produce the text of focused genre. (Source: http://lana-cometorich.blogspot.com)

Download the article completely (file pdf), click here>>>…

Read in Bahasa Indonesia (translated by google), click here>>>…

***

Materi, Soal & Pembahasan “Reading”

image_ readingContoh Materi, Soal dan Pembahasan Reading Ujian Nasional SMP/MTs Pelajaran Bahasa Inggris:

» STANDAR KOMPETENSI

Siswa mampu memahami makna teks tulis interpersonal maupun transaksional dalam bentuk Teks Recount/Narrative, Report/Descriptive dan Procedure.

1. Recount / Narrative: Teks yang isinya menceritakan kembali (retell) kejadian di masa lampau. Teks ini biasanya menggunakan tenses ‘past’.

2. Report / Descriptive: Teks yang menjelaskan atau mendiskripsikan tentang sesuatu, biasanya menggunakan tenses ‘present’.

3. Procedure: Teks yang isinya berupa prosedur atau proses dan urutan terjadinya sesuatu. Biasanya menggunakan tenses ‘present’.

*

» RUANG LINGKUP MATERI

Siswa mampu memahami teks fungsional pendek yang berbentuk Recount/Narrative, Report/Descriptive dan Procedure, meliputi:

  1. Menemukan gambaran umum (general idea)
  2. Menemukan pikiran utama (main idea)
  3. Menemukan informasi rinci tertentu (specific information)
  4. Menemukan informasi tersurat (reference) dan tersirat (inference)
  5. Menfsirkan kata, frase atau kalimat dalam teks.

*

» CONTOH PERTANYAAN BERDASARKAN RUANG LINGKUP MATERI

› Menemukan gambaran umum.

Pertanyaan biasanya berupa judul dan topic bacaan. Contoh:

  1. What does paragraph 2 talk about?
  2. The text tells us about ______.

Menemukan Pikiran utama.

Pertanyaan berkaitan dengan penjelasan atau pendapat penulis tentang topic bacaan. Pikiran utama bisa didapat dari kalimat utama. Kalimat utama ada di awal, ditengah atau di akhir paragraph / teks. Pikiran utama juga bisa berupa kesimpulan dari kalimat-kalimat dalam paragraf / teks. Contoh:

  1. What is the main idea of the text?
  2. Based on the text, we may conclude that ______.

Menemukan informasi rinci.

Informasi yang tidak tertera secara jelas pada teks bacaan. Untuk menemukan informasi ini, harus membaca teks secara rinci atau intensif (intensive reading). Contoh:

  1. Which statement is NOT TRUE according to the text?
  2. How many children does she have?

Menemukan informasi tersurat dan tersirat.

Informasi tersurat: Informasi yang tertera jelas atau langsung dalam teks bacaan. Informasi tersirat: Informasi yang tidak tertera jelas, tetapi bisa didapat dari menyimpulkan bagian-bagian tertentu dalam teks bacaan (reading between the lines). Contoh:

  1. The graphic shows that ______.
  2. Where does the conversation take place?

Menafsirkan kata, frase atau kalimat dalam teks.

Pertanyaan biasanya berupa: Persamaan arti ( synonym), Lawan kata ( antonym/opposite), Definisi / pengertian (definition), dan Rujukan / Acuan (reference). Contoh:

  1. What is the synonym of the underlined word?
  2. What does ‘it’ (in paragraph 1) refer to?

*

Selengkapnya, download (file pdf) materi, soal dan pembahasan Reading, click here>>>…

***

SMPN 2 Camba_Sebuah Memorabilia (2): Tentang Watang Bengo

SMPN 2 Camba_Sebuah Memorabilia (2):

Tentang Watang Bengo

***

wilayah bulusaraungWatang Bengo, lebih lengkapnya Dusun Watang Bengo, adalah sebuah dusun yang merupakan bagian dari Desa Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Terletak di pegunungan Bulusaraung, di ketinggian sekitar 1000 meter di atas permukaan laut, menjadikan Watang Bengo sebuah tempat yang sejuk dan memiliki pemandangan indah. Dusun tersebut juga tak terlalu jauh dari lokasi wisata Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Di pagi hari, selalu diselimuti dengan kabut dan udara dingin. Sangat mempesona saat-saat matahari menyembul dari balik gunung; dengan kilau sinarnya yang berusaha menyibak pekatnya kabut. Memandang ke kejauhan, ialah kokohnya tebing karst dan hijaunya pepohonan Bulusaraung. Sebuah perpaduan: antara kekerasan dan kelembutan.

jln ke bengo_pattunuang-bantimurungDi sore hari, sepulang dari sawah atau kebun, orang-orang biasanya berkumpul di kawasan pasar. Sebagian ada yang nongkrong di dekat wartel Wilda, sebagian lagi main bola atau sepak takraw di lapangan tak jauh dari kawasan tersebut. Saat senja, adalah saat yang betul-betul mengagumkan. Matahari tenggelam dengan meninggalkan semburat lembayung merah jingga disertai kabut tipis melayang-layang. Sungguh menakjubkan.jln ke bengo_karaenta-bulusaraung

Sejak 2004, saya tinggal di Watang Bengo, tepatnya di rumah Puang Tappu. Sehari-hari menjalani aktifitas mengajar di SMPN 2 Camba dan, tentu saja, pergi bersawah atau berkebun.

Sebuah kehidupan yang romantik.

Mengisi masa muda di tempat seperti itu adalah pengalaman yang sangat berharga. Sebelumya, lebih dari tujuh tahun saya habiskan sebagian besar waktu saya di Makassar, kuliah dan mengajar di sekolah (SPK Polri Bhayangkara) serta beberapa tempat kursus Bahasa Inggris. Makassar, seperti halnya kota-kota besar lainnya di Negara kita, sudah penuh dengan kebisingan dan kesemrawutan. Sehari-hari persaingan kehidupan terasa begitu keras. Kemacetan dan demo adalah pemandangan sehari-hari. Kehidupan seperti itu jelas sering mendatangkan rasa jenuh.

Continue reading